Catatan Lydia

Catatan Lydia
Blog ini didedikasikan untuk anak-anakku tercinta, Abhi Sachi dan Samy yang mewarnai hidupku dengan kebahagiaan. Tulisan-tulisan di blog ini menjadi saksi, betapa berartinya kalian untuk mama. Kelak ketika kalian besar nanti, memori indah yang tertulis di blog ini akan selalu kita kenang bersama. I love U Nak..


Senin, Februari 21, 2011

Donat Cinta

Sudah lama sejak terakhir mama membuatkan cemilan buat kakak. Sejak kembali ngantor, dengan rutinitas harian yang bertambah banyak karena tidak adanya asisten rumah tangga membuatku selalu kekurangan waktu, termasuk menyiapkan sendiri cemilan kakak. Paling banter waktuku hanya untuk memasakkan menu makanan berat sehari-hari abhi dan papa, kemudian bubur untuk neng, itupun jujur terkadang tak selalu bisa kulakukan. Cuti satu minggu kemarin akhirnya berhasil kuberdayakan untuk membuatkan kakak cemilan lagi, tak susah dan tak butuh banyak keahlian, cukup membuat donat saja. Senang sekali rasanya menatap delapan buah donat tersaji di depanku sekarang, berhiasan coklat meises, coklat cair, selai strawberry dan kacang.

Mama   : Kakaaaak… mama punya kejutan buat kakak
Abhi     : Waaaa apa ma.. apa…
Mama   : Pejamkan matanya doong

Abhi memejam namun sang mata nampak mencoba mengintip-intip dengan nakal.

Mama   : Tralaaaa…. Donat spesial buat kakak mama yang paling baik
Abhi     : Woooowww…. Enaknyeeeee. Aduuh aku mau yang mana yaaaa…

Tangannya sibuk menunjuk donat-donat didepannya. Coklat.. ah engga. Meises.. ah engga. Yang mana ya, dia nampak bingung. Senyum tersungging lebar di wajahnya. Tak lama ia mencomot satu donat selai strawberry. Nyam nyam… lahap ia melumat donat di mulut mungilnya. Sambil makan ia menatapku.

Abhi      : Mama… terima kasih ya sudah mau membuatkanku donat. Aku senang sekali mama. Sudah lama tidak makan donat buatan mama.

Deeggg… aku tercekat. Diam dalam piasnya wajahku. Kata-kata halus yang sungguh bermakna dalam terucap dari anakku. Abhi maafkan mama ya nak, mama sudah jarang membuatkanmu cemilan dengan tangan mama sendiri. Begitu bahagianya dirimu dengan cemilan sederhana ini. Sesekali padahal kita membeli donat di luar, tapi tak membekas di hatimu. Yang abhi ingat adalah kapan terakhir mama membuatkanmu donat, bukan membelikanmu donat.

Maaf ya nak dan terima kasih, ucapanmu menjadi teguran halus untuk mama. Mama memang tak pandai mengatur waktu. Lelah, lelah dan lelah selalu menjadi alasan utamaku, kambing hitamku. Nak, mama akan berusaha lagi ya, supaya bisa meluangkan waktu yang tak pernah cukup ini untukmu. Luv u sayangku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar